Kamis, 09 Oktober 2014

Kesabaran Yang Indah

Standard
Ummu Sulaiman bercerita bahwa ia ditinggal meninggal oleh seorang anaknya, sedangkan suaminya waktu itu tidak ada di rumah. Ummu Sulaiman mampu bersabar dalam menjalani musibah itu, dan ia berusaha agar suaminya pun bersabat. Apa usaha yang dilakukannya ? Ummu Sulaiman meletakkan jenazah anaknnya di sudut rumah agar suaminya datang tidak melihat langsung bahwa anaknya sudah meninggal. suaminya datang, makanan telah tersedia, lalu ia makan. kemudian suaminya bertanya, "bagaimana anak kita?" ia menjawab, alhamdulillah, setelah sejak ia sakit malam inilah ia tenang." 

Ketika malamnya Ummu Sulaiman berdandan secantik mungkin sehingga mereka bermesraan kemuadian setelah selesai merka berbincang-bincang mengenai keadaan tetangganya yang sedang mengalami musibah, Ummu Sulaiman berata "suamiku apakah kamu tidak heran dengan tetangga kita?", Jawabnya, "mengapa mereka?" Ummu Sulaiman pun berkata, "mereka diberi pinjaman dan sewaktu pinjaman itu diminta kembali, tiba -tiba mereka merasa sangat sedih." Suaminya pun menjawab, "buruk sekali kelakuan mereka itu. " 

Pada ketika itu Ummu sulaiman berkata, "begini suamiku, anak kita itukan merupakan titipan atau pinjaman dari Allah SWT, dan sekarang ia telah diambil kembali oleh-NYA". Suaminya itu mengerti apa maksud dari perkataan istrinya tersebut, lalu ia berucap, "Alhamdulillah, Innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun." 


Keesokan paginya, Suaminya tersebut menjumpai Rasulullah SAW dan menceritakan kejadian semalam, tentang sikat istrinya dan meniggalnya anak mereka. Kemudia Rasulullah SAW  ber do'a, "Ya Allah, berikanlah kebaikan untuk suami-istri itu dan keluarganya." 

0 komentar:

Posting Komentar

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS
  • ”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”
  • "Hati tertutup oleh tiga hal; 1.Senang dengan yang ada, 2.Bersedih terhadap yang hilang, 3.Gembira dengan pujian"
  • "Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan"
  • "Jangan sampai ayam jantan lebih pandai darimu. Ia berkokok di waktu subuh, sedang kamu tetap lelap dalam tidur"
  • "Bagi orang berilmu yang ingin meraih kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, maka kuncinya hendakalah ia mengamalkan ilmunya kepada orang-orang"
  • "Pedagang yang berhati lemah takkan pernah untung ataupun rugi. Malah ia rugi. Ya, seseorang harus menyalakan api supaya memperoleh cahaya"