Kamis, 09 Oktober 2014

Jenis-Jenis Nafsu

Standard
Berbicara mengenai nafsu, sering sekali kita langsung berfikir akan hal negatif namun itu juga tak bisa disalahkan karna kebanyakan manusia sering kali salah dam menggunakan nafsunya tersebut, maka dari itu untuk dapat membedakan dari berbagai nafsu, mari kita lihat uraian berikut ini :

  • Nafsu Amarah manusia yang terendah tingkatannya, dimana orang termasuk di dalam golongan ini adalah orang yang sangat jelek sifat dan wataknya.(QS. Yuusuf, 10:53)
  • Nafsu Kamilah adalah Tingkatan nafsu yang sempurna, ini hanya dimiliki oleh setingkat Nabi-nabi dan Rasul-rasul. (penyerahan diri secara totalitas pengabdian kepada Allah) (QS: Ali Imran,3/110, 33/21)
  • Nafsu Radhiah adalah Tingkatan ini berada setingkat diatas nafsu Muthmainah, ditambah dengan rasa ikhlas dan penyerahan total kepada Allah SWT, kesusahan/musibah/tantangan mjd nikmat baginya.(QS: Al-Baqarah,2/45 & Ali Imran,3/146).
  • Nafsu Mutma'innah adalah nafsu yang membuat seseorang dapat mempertahankan diri dari segala kejahatan karena ia selalumenghubungkan diri kepada Allah SWT, dan mencari ridho-Nya.
  • Nafsu Ammaraah adalah nafsu yang mendorong seseorang berbuat jahat, melampiaskan syahwat, dan menentang ajaran islam (QS Yuusuf, 12:53)
  • Nafsu Lawwaamah adalah nafsu yang membuat seseorang kadan-kadang mengikuti jalan kebaikan dan kadang kadang mengikuti jalan kejelekan (QS. Al-Qiyaamah, 75:2)
  • Nafsu Malhamah adalah nafsu yang di ilhami oleh Allah SWT,  membersitkan jiwa yang penuh dengan kebaikan-kebaikan dan kemuliaan, sabar, ramah, rendah hati, bertakwa serta menyucikan diri (QS. Ass-Syams, 91:8)





Nah termasuk kedalam manakah nafsu yang sering anda alami??
semoga Nafsu kebaikan.

0 komentar:

Posting Komentar

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS
  • ”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”
  • "Hati tertutup oleh tiga hal; 1.Senang dengan yang ada, 2.Bersedih terhadap yang hilang, 3.Gembira dengan pujian"
  • "Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan"
  • "Jangan sampai ayam jantan lebih pandai darimu. Ia berkokok di waktu subuh, sedang kamu tetap lelap dalam tidur"
  • "Bagi orang berilmu yang ingin meraih kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, maka kuncinya hendakalah ia mengamalkan ilmunya kepada orang-orang"
  • "Pedagang yang berhati lemah takkan pernah untung ataupun rugi. Malah ia rugi. Ya, seseorang harus menyalakan api supaya memperoleh cahaya"