Minggu, 16 November 2014

Remaja | Rencana Masadepan Jaman

Standard

Remaja atau yang sering dikaitkan dengan anak muda (pemuda) merupakan aset yang sangat berharga bagi negara maupun agama, mengapa?? tak lain dan tak bukan dikarenakan remaja akan menjadi regenerasi dari pada pendahulu (senior) mereka.


Dari segi nasionalisme ramaja bisa menjadi ujung tombak yang tajam yang bisa menembus dan menghancurkan apa saja yang berada di depannya, untuk mendapatkan remaja yang memiliki nilai yang tinggi tersebut tentunya mereka harus dilakukan pelatihan dan pembelajaran yang baik agar bisa menjadi ujung tombang negara yang hebat, sehingga tidak terpengaruh dengan arus zaman yang sewaktu-waktu bisa mendoktrin atau membuat pola pikir mereka menjadi kacau dan akan membuat masa depan bangsa hancur. sebagai mana seperti yang dikatakan oleh presiden pertama kita :


Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya..                                 Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia..

dari kutipan beliau yang berkedudukan sebagai kepala negara, maka dapat kita nilai bahwa remaja atau pun pemuda merupakan aset bangsa yang sangat berharga. dan diumpamakanoleh proklamator kita dapat mengguncangkan dunia.

Dari segi Agama, terutama agama islam maka para ramaja atau pemuda sangatlah menjadi perhatian yang penting, karna pemuda adalah penerus perjuangan. jika pada suatu bangsa yang kuat sehingga sangat sulit untuk dikalahkan dalam perang fisik maka cara yang paling ampuh adalah menyerang para generasi mudanya (pemuda) yaitu dengan ghazwul fikri/ perang pemikiran dengan memasukkan doktrin ataupun pola-pola pikir baru yang akan merusak mereka sehingga suatu bangsa tersebut akan hancur dengan sendirinya.

Ingatlah wahai para pemuda, jadikan "the second golden age" ini menjadi masa keemasan yang bisa membangun bangsa dan agama dengan kekuatan yang hakiki dari Allah SWT.

Remaja (pemuda) yang hebat adalah remaja yang memanfaatkan 5 perkara sebelum 5 perkara.





"Remaja yang cerdas itu bukan remaja yang selalu mengeluh akan kegagalannya naumun remaja yang cerdas itu adalah remaja yang bersegera merspon kegagalannya dengan kebangkitan yang bersemangat."
Windi Hilman

Senin, 27 Oktober 2014

Bisnis dalam Islam

Standard
Bisnis merupakan suatu kegiatan dimana kita melakukan usaha untuk mendapatkan keuntungan dengan cara berkelompok ataupun perorangan, bisnis lebih identik dengan dunia perdagangan, namun sebenarnya bisnis bisa mencangkup kesemua aspek baik secara sosial maupun financial.


Dalam agama islam urusan bisnis telah diatur secara baik dalam kitab suci Al-Quran yang mana akan menuntun manusia ke derajat yang tinggi sehingga akan terciptanya kehidupan yang sejahtera tak hanya di dunia maupun diakhirat.

Sebelum melanjutkan ke bahasan selanjutnya adabaiknya kita mengetahui terlebuh dahulu pengertian dari pada bisnis secara harfiah.

Berikut beberapa pengertian Bisnis menurut para ahli :

1. Steinford ( 1979)
Business is an institution which produces goods and services demanded by people.” Artinya bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.
2. Allan Afuah (2004)
“Business is the organized effort of individuals to produce and sell for a provit, the goods and services that satisfy societies needs. The general term business refer to all such efforts within a society or within an industry. Maksudnya Bisnis ialah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan ada dalam industri. Orang yang mengusahakan uang dan waktunya dengan menanggung resiko dalam menjalankan kegiatan bisnis disebut Entrepreneur.
3. Musselman dan Jackson (1992)
Bisnis adalah jumlah seluruh kegiatan yang diorganisir oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industry yang menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standard serta kualitas hidup mereka.

Dalam berbisnis tentunya kita memerlukan suatu tata cara atau etika, etika yang digunakan akan lebih efektif untuk mengarahkan dan member petunjuk tetang tata cara berbisnis. Etika sendiri berasal dari (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral.

Dalam bahasa Arab, kata etika atau moralitas disebut al-khuluq dan jamaknya al-akhlaq , yang berarti usaha manusia untuk membiasakan diri dengan adat istiadat yang baik, mulia dan utama. Dengan demikian seseorang dikatakan berakhlak atau bermoral yang baik, karena ia membiasakan diri dengan adat istiadat yang baik, yang seakan-akan ia dilahirkan dan diciptakan dalam keadaan demikian.

Prinsip-prinsip yang sering dipakai dalam berbisnis adalah sebagai berikut:
1.      Kejujuran
Prinsip ini merupakan hal yang paling penting dalam dunia bisnis, apalagi bagi para muslim, setiap tingkah laku yang kita kerjakan semua ada yang melihat, maka dari itu ketika berbisnis konsep kejujuran ini bila dipegang teguh dan diterus diterapkan dalam keaktivitasan berbisnis akan meningkatkan rasa kenyamanan dan kepercayaan diri yang bertambah dari lingkungan sekitar.
2.      Keadilan
Sebuah perinsip yang akan menentukan sikap kita dalam berbisnis dimana kita dituntut untuk melakukan hal yang sama rata atau tidak adanya pemberat sebelahan di salah satu pihak rekan bisnis.
3.      Tanggungjawab
Menurut Al-Ghozali, konsep adil meliputi hal bukan hanya equilibrium tapi juga keadilan dan pemerataan. Untuk memenuhi tuntutan keadilan dan kesatuan, manusia perlu mempertanggung jawabkan tindakannya.

"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali gengan jalan perdagangan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu". (QS An-Nisa : 29)




Jumat, 10 Oktober 2014

Ikhtiar dan Kisah Pengemis

Standard
Islam melarang setiap pemeluknya untuk menganut fatalisme yang mana berarti paham yang keliru, menyimpang dari ajaran tentang iman pada takdir, penghambat kemajuan dan penyebab kemunduran umat, dan bisa juga diartikan paham atau ajaran yang mengharuskan berserah diri pada nasib dan tidak perlu berikhtiar, karena hidup manusia dikuasai dan ditentukan oleh nasib.

            Coba cermati peristiwa yang terjadi pada masa Rasulullah SAW berikut!

Kejadian pada zaman Rasulullah SAW   
    Pada suatu hari, Nabi Muhammad SAW melihat seorang pengemis yang meminta minta sedekah. Sebenarnya pengemis itu berhak mendapat sedekah, baik dari “baitul maal” ataupun dari para hartawan. Namun, Nabi Muhammad SAW menginginkan agar pengemis itu mau berusaha mengubah nasibnya dan tidak terus-menerus menjadi beban orang lain.Nabi SAW  memanggil pengemis itu dan bertanya, “ apakah kamu mempunyai suatu harta benda dirumah?” pengemis itu menjawab, “ya saya memiliki selembar permadani dan sebuah nampan.” Nabi SAW bersabda, “ coba kamu ambil dan bawa kesini kedua macam harta mu itu.!"
      Kemudian Nabi SAW menawarkan kedua barang tersebut kadapa parra sahabatnya, seranya bersabda, “ siapa diantara anda semua yang berminat membeli kedua barang ini?” seorang sahabat kemuan berkata, “saya wahai Rasulullah, saya bersedia membayarnya dengan lima dirham.” Kemudian Nabi menawarkan kedua barang ini kepada para sahabat yang lain, dan siapa diantara pada sahabat itu yang berani membayar lebih mahal.
        Akhirnya, ada sahabat yang bersedia membayar kedua barang tersebut dengan harga lima belas dirham, setelah jual beli berlangsung dan uang tersebut diserahkan kepada pengemis itu, Nabi SAW menyuruh agar mempergunakan uang itu untuk modal usaha mencari kayu bakar untuk dijual, yang hasil penjualannya dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.
Kejadian pada zaman khaifah    
    Suatu ketika, khalifa Umar bin Khattab r.a dan para sahabatnya berada dalam perjalanan menuju suatu daerah untuk mengadakan inspeksi. Beliau mendapat laporan bahwa didaerah yang akan dikunjunginya sedang berjangkit penyakit tauun (sampar), yang sangat menular. Setlah Umar bin Khattab r.a mendapat laporan tersebut, lalu beliau dan rombongan memutuskan untuk kembali saja ke Madinah. Setelah salah seorang sahabat, Abu Ubaidillah bin Jarrah r.a bertanya, “wahai khalifah mengapa tuan lari dari takdir Allah?” kholifah Umar menjawab, “betul kita lari dari takdir Allah, dan pegi menuju takdir Allah pula.”

 
Dari kedua peristiwa tersebut dapat disimpulkan, bahwa :
  1. Islam menghendaki agar setiap Muslim berusaha sekuat tenaga dengan cara yang halal untuk mengubah nasibnya agar lebih baik.
  2. Islam menghendaki agar setiap muslim berusaha melakukan tindakan-tindakan preventif (pencegahan) agar tidak terrimpa suatu bencana atau mengalami kegagalan dalam suatu usaha.


Diantara cara-cara yang harus ditempu agar sesuatu usaha berhasil adalah sebagai berikut : 
  1. Menguasai bidang usaha yang dilakukannya
  2. Berusaha dengan sungguh-sungguh
  3. Melandasi usahanya dengan niat ikhlas karna Allah
  4. Berdoa pada Allah agar memproleh pertolongannya


Allah SWT  Berfirman dalam Al-Quran surat An-Najm, 53: 39-42) yang artinya :
“ ... sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum (kecuali) bila mereka sendiri mengubah keadaannya ...” (Q.S An-Najm 53: 39-42)

Renungan !
Apakah kamu telah berusaha dengan sungguh-sungguh  akan pekerjaan ataupun niat yang telah kamu tanamkan untuk dicapai ??


Kamis, 09 Oktober 2014

Jenis-Jenis Nafsu

Standard
Berbicara mengenai nafsu, sering sekali kita langsung berfikir akan hal negatif namun itu juga tak bisa disalahkan karna kebanyakan manusia sering kali salah dam menggunakan nafsunya tersebut, maka dari itu untuk dapat membedakan dari berbagai nafsu, mari kita lihat uraian berikut ini :

  • Nafsu Amarah manusia yang terendah tingkatannya, dimana orang termasuk di dalam golongan ini adalah orang yang sangat jelek sifat dan wataknya.(QS. Yuusuf, 10:53)
  • Nafsu Kamilah adalah Tingkatan nafsu yang sempurna, ini hanya dimiliki oleh setingkat Nabi-nabi dan Rasul-rasul. (penyerahan diri secara totalitas pengabdian kepada Allah) (QS: Ali Imran,3/110, 33/21)
  • Nafsu Radhiah adalah Tingkatan ini berada setingkat diatas nafsu Muthmainah, ditambah dengan rasa ikhlas dan penyerahan total kepada Allah SWT, kesusahan/musibah/tantangan mjd nikmat baginya.(QS: Al-Baqarah,2/45 & Ali Imran,3/146).
  • Nafsu Mutma'innah adalah nafsu yang membuat seseorang dapat mempertahankan diri dari segala kejahatan karena ia selalumenghubungkan diri kepada Allah SWT, dan mencari ridho-Nya.
  • Nafsu Ammaraah adalah nafsu yang mendorong seseorang berbuat jahat, melampiaskan syahwat, dan menentang ajaran islam (QS Yuusuf, 12:53)
  • Nafsu Lawwaamah adalah nafsu yang membuat seseorang kadan-kadang mengikuti jalan kebaikan dan kadang kadang mengikuti jalan kejelekan (QS. Al-Qiyaamah, 75:2)
  • Nafsu Malhamah adalah nafsu yang di ilhami oleh Allah SWT,  membersitkan jiwa yang penuh dengan kebaikan-kebaikan dan kemuliaan, sabar, ramah, rendah hati, bertakwa serta menyucikan diri (QS. Ass-Syams, 91:8)





Nah termasuk kedalam manakah nafsu yang sering anda alami??
semoga Nafsu kebaikan.

Kesabaran Yang Indah

Standard
Ummu Sulaiman bercerita bahwa ia ditinggal meninggal oleh seorang anaknya, sedangkan suaminya waktu itu tidak ada di rumah. Ummu Sulaiman mampu bersabar dalam menjalani musibah itu, dan ia berusaha agar suaminya pun bersabat. Apa usaha yang dilakukannya ? Ummu Sulaiman meletakkan jenazah anaknnya di sudut rumah agar suaminya datang tidak melihat langsung bahwa anaknya sudah meninggal. suaminya datang, makanan telah tersedia, lalu ia makan. kemudian suaminya bertanya, "bagaimana anak kita?" ia menjawab, alhamdulillah, setelah sejak ia sakit malam inilah ia tenang." 

Ketika malamnya Ummu Sulaiman berdandan secantik mungkin sehingga mereka bermesraan kemuadian setelah selesai merka berbincang-bincang mengenai keadaan tetangganya yang sedang mengalami musibah, Ummu Sulaiman berata "suamiku apakah kamu tidak heran dengan tetangga kita?", Jawabnya, "mengapa mereka?" Ummu Sulaiman pun berkata, "mereka diberi pinjaman dan sewaktu pinjaman itu diminta kembali, tiba -tiba mereka merasa sangat sedih." Suaminya pun menjawab, "buruk sekali kelakuan mereka itu. " 

Pada ketika itu Ummu sulaiman berkata, "begini suamiku, anak kita itukan merupakan titipan atau pinjaman dari Allah SWT, dan sekarang ia telah diambil kembali oleh-NYA". Suaminya itu mengerti apa maksud dari perkataan istrinya tersebut, lalu ia berucap, "Alhamdulillah, Innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun." 


Keesokan paginya, Suaminya tersebut menjumpai Rasulullah SAW dan menceritakan kejadian semalam, tentang sikat istrinya dan meniggalnya anak mereka. Kemudia Rasulullah SAW  ber do'a, "Ya Allah, berikanlah kebaikan untuk suami-istri itu dan keluarganya." 
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS
  • ”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”
  • "Hati tertutup oleh tiga hal; 1.Senang dengan yang ada, 2.Bersedih terhadap yang hilang, 3.Gembira dengan pujian"
  • "Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan"
  • "Jangan sampai ayam jantan lebih pandai darimu. Ia berkokok di waktu subuh, sedang kamu tetap lelap dalam tidur"
  • "Bagi orang berilmu yang ingin meraih kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, maka kuncinya hendakalah ia mengamalkan ilmunya kepada orang-orang"
  • "Pedagang yang berhati lemah takkan pernah untung ataupun rugi. Malah ia rugi. Ya, seseorang harus menyalakan api supaya memperoleh cahaya"